Minggu, 30 Desember 2012

SURAT UNTUK HAMBA-KU





Kepada :  Yang AKU cintai...  hamba-Ku
Di
                Bumi-KU


Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Untuk hambaKu yang tersayang...

Saat kau bangun di pagi hari, Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada-Ku, walaupun hanya sepatah kata, meminta pendapat-Ku atau bersyukur kepada-Ku atas sesuatu hal yang indah yang  terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin. Tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja. Aku kembali menanti saat kau sedang bersiap. Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk menyapa-Ku. Tapi, kulihat engkau masih saja terlalu sibuk.

Di suatu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama lima belas menit, tanpa melakukan apapun. Kemudian, Aku melihat engkau meggerakkan kakimu. Aku berpikir mungkin engkau akan berbicara pada-Ku, tetapi engkau malah berlari ke telepon dan berbicara dengan seorang teman tetang gosip-gosip terbaru.

Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku menanti sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu, Aku berpikir, engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepada-Ku.

Sebelum makan siang, Aku melihatmu memandang sekeliling. Mungkin engkau merasa malu untuk berbicara pada-Ku, itulah sebabnya engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja di sekitarmu dan melihat beberapa temanmu yang berbicara dan menyebut nama-Ku dengan lembut sebelum menyantap rezki yang Aku berikan, tapi engkau tidak melakukannya.

Yah..tak apa. Masih ada waktu yang tersisa dan Aku berharap engkau akan berbicara pada-Ku meskipun saat engkau pulang ke rumah, kelihatannya seakan-akan banyak yang hal yang harus engkau kerjakan.

Setelah menyelesaikan pekerjaanmu, engkau malah menonton televisi, entah kau suka atau tidak. Hanya saja, engkau selalu kesana dan menghabiskan banyak waktu setiap hari di depannya tanpa memikirkan apapun. Hanya menikmati acara yang ditampilkan. Kembali Aku menanti saat engkau menonton televisi dan menikmati makanmu. Tetapi, kembali engkau tidak berbicara pada-Ku.

Saat tidur, Aku pikir engkau terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, engkau melompat ke temat tidur dan terlelap tanpa sepatah katapun menyebut nama-Ku. Tidak apa-apa mungkin engkau tidak menyadari Aku selalu hadir untukmu.

Aku bahkan bersabar lebih lama dari yang engkau sadari. Setiap hari Aku menantikan sepatah kata, do’a, pikiran atau syukur dari hatimu.

Baiklah... engkau bagun kembali dan Akupun kembali menantimu dengan penuh kasih bahwa hari ini engkau akan mempunyai sedikit waktu untuk menyapa-Ku. Tapi yang Ku tunggu-tunggu tak jua datang. Kau tida pernah menyapa-Ku.... Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh lagi. Kau masih juga mengacuhkan Aku.

Tak ada sepatah kata. Tak ada seucap do’a. Dan tak ada rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud pada-Ku.

APA SALAH-KU PADAMU???
Rizki yang Kulimpahkan, kesehatan yang Kuberikan, harta yang Kuamanatkan, makanan yang Kuhidangkan, apakah itu tidak membuamu ingat kepada-Ku??? Apakah Aku sudah tak berarti lagi dalam hidupmu??? Ataukah tidak ada lagi tempat untuk-Ku di hatimu???

Percayalah...Aku selalu mengasihimu dan Aku berharap suatu saat kau akan menyapa-Ku, memohon perlindungan-Ku, bersujud menghadap-Ku. Aku akan selalu setia menunggumu datang pada-Ku, kapanpun itu..


Yang mencintaimu
 
 
 
ALLAH SWT       
 
By: Adri octavianda
  



Jumat, 28 Desember 2012

PR BESAR BAGI PEMUDA MUHAMMADIYAH HARJOSARI

Ngomongin tentang PE-ER memang sedikit melelahkan, mendengarkannya saja sudah bosan, terlebih teringat bahkan ada yang sampai terbawa mimpi.....!!!

Akh, itu mah kiasan lebay, kapan kelarnya kalau hanya diomongin, didengarkan, dan diingat sampai dibawa lagi ke mimpi pula, mulailah dengan mengerjakannya dan jangan lupa mambaca bissmillahirrahmanirrahim...!!!

Kapan ??????
Segera, ya secepatnyalah biar tak jadi beban pikiran yang berlarut-larut yang berakhir basi nantinya...!!!

Ne sedikit cerita PE-ER tentang PRM Harjosari, semangat yang luar biasa bagi sahabat PM Harjosari dalam merencanakan program-programnya yang dibarengi dengan rutinitas masing-masing PRM, walaupun rutinitas masing-masing cukup beragam,  tetapi PRM tetap Axis dalam menjalankan program-programnya.

PE-ER terbesarnya bukan didalam program-programnya, tetapi menjaga dan melestarikan semangat disetiap para PRM, kita sebut saja para PRM sebagai tunas muda, dimana tunas muda ini perlu perawatan yang ekstra, baik dari pupuk, air, maupun dari gangguan hama lainnya dan yang berakhir dengan do'a dan berserah kepadaNya.

"Lebih baik mencegah dari pada mengobatin", ini suatu kalimat yang sepertinya tak asing lagi bagi kita, tapi untuk mengaplikasikannya sangat jarang terjadi, hmmmmm...!!!

Sebenarnya penulis disini bertujuan meminta pertolongan bagi para pembaca untuk mengerjakan PE-ER besar ini, harap maklum, penulis masih amatiran dengan PE-ER yang beginian, kalau ada saran, tips, atau nasehat yang dapat membangun semangat lebih bagi para PRM atau setidaknya mempertahankan untuk jangka waktu yang tak terbatas.,.,., heheheheee,.,. ngarep...

Senin, 24 Desember 2012

TUNTUTLAH ILMU MESKIPUN BUKAN KARENA ALLAH, SESUNGGUHNYA KELAK ILMU ITU AKAN MENJADI KARENA ALLAH

Menuntut ilmu tidak hanya terbatas pada hal-hal ke akhirat saja tetapi juga tentang keduniaan. Jelaslah kunci utama keberhasilan dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat adalah ilmu.

Rasulullah saw. pernah bersabda:

مَنْ اَرَادَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ اَرَادَالاَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ اَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالَعِلْمِ
Artinya: “Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia maka dengan ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat maka dengan ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki keduanya (kehidupan dunia dan akhirat) maka dengan ilmu.”
Di lain hadits Rasulullah juga menegaskan bahwa menuntut ilmu itu tidak mengenal batas usia:

اُطْلُبُوْاالْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ اِلَى اللَّحْدِ
Artinya: “Tuntutlah ilmu mulai dari buaian sampai liang lahat.”
Di samping itu, para penuntut ilmu dijanjikan oleh Rasulullah saw. akan diberikan kemudahan jalan ke surga.

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا اِلَى الْجَنَّةِ ـ رواه مسلم
Artinya: “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).

Sesungguhnya Islam adalah agama yang menghargai ilmu pengetahuan. Bahkan Allah sendiri lewat Al Qur’an meninggikan orang-orang yang berilmu dibanding orang-orang awam beberapa derajad.
Allah juga menyatakan bahwa hanya dengan ilmu orang bisa memahami perumpamaan yang diberikan Allah untuk manusia.

“Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia, dan tiada memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu” (Al ‘Ankabut:43)

Tuhan juga menegaskan hanya dengan ilmulah orang bisa mendapat petunjuk Al Qur’an.
“Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat2 yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu” (Al Ankabut:49)
 
Seorang ‘alim juga lebih tinggi dari pada seorang ahli ibadah yang sewaktu2 bisa tersesat karena kurangnya ilmu. “Keutamaan orang ‘alim atas orang ahli ibadah adalah seperti keutamaan diriku atas orang yang paling rendah dari sahabatku.” (HR At Tirmidzi).

Nabi juga mengatakan, bahwa ilmu yang bermanfaat akan mendapat pahala dari Allah SWT, dan pahalanya berlangsung terus-menerus selama masyarakat menerima manfaat dari ilmunya..

“Apabila anak Adam meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali tiga, yaitu ilmu yang bermanfaat….”(HR Muslim)

Generasi umat Islam sekarang tidak lagi menghargai ilmu pengetahuan, tak heran jika mereka jadi penerus bangsa yang terbelakang. Hanya dengan menghidupkan ajaran Islam-lah kita bisa maju lagi.

" Dalam konferensi missionaris yang diadakan di atas bukit zaitun di yerussalem, Palestina, Pendeta Zwimmer dari mesir berkata "Kalian para Missionaris telah berhasil membentuk generasi di berbagai negara islam yang tidak mengenal Allah dan memang tidak mau mengenal-Nya.

Kalian telah berhasil memurtadkan orang islam dari agamanya, kendati kalian belum berhasil mengalihkan mereka kepada kristen.Tetapi tidak mengapa, itu sudah cukup, karena dengan demikian lahirlah tipe generasi islam yang diinginkan kaum imperialis, yakni generasi apatis, yang memiliki idealisme apalagi inisiatif, generasi yang pasrah, statis dan pemalas.

Generasi yang seluruh aktivitas hidupnya berorientasi pada pemuasan nafsu syahwat belaka.
Ia belajar, mengumpulkan harta, menduduki posisi penting hanyalah sebagai sarana untuk pemuasan nafsu syahwatnya." (Abdulaziz Salim Basyarahil : 1996)
Ayo,,,
tunggu apa lagi, mari kita bersama-sama menuntut ilmu agar menjadi generasi yang sukses dunia dan akhirat, karena kesuksesan adalah hak kita semua....!!!!


Menggunakan Lafazh Bismillahirrahmaanirrahiim Dalam Kehidupan

Lafazh Bismillahirrahmaanirrahiim hendaknya bukan hanya dibaca ketika dalam sholat atau pun ketika membaca Al-Qur’an,namun lafazh ini hendaknya diterapkan dalam setiap kegiatan yang hendak dilakukan dalam kehidupan ini.Bila anda tidak hafal do’a sebelum makan,do’a ketika hendak tidur atau pun ketika keluar dari rumah hendak bepergian,anda dapat mengucapkan lafazh ini.

Lafazh Bismillahirrahmaanirrahiim bukan hanya memuji asma Allah,bahwa Ia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,akan tetapi dengan mengucapkan lafazh ini juga menunjukkan betapa tergantungnya kita kepada Allah.Kita adalah makhluk yang lemah,tidak memiliki kekuatan apapun.Mari kita lihat makna lafazh ini.Bi berarti dengan,ism berarti nama,ar-rahmaan memiliki arti yang Maha Pengasih atau Maha Pemurah,ar-Rahiim yang Maha Penyayang.Sifat Ar-rahmaan Allah akan diberikanNya kepada semua makhluk,baik manusia,hewan dan tumbuhan.Baik manusia yang beriman kepadaNya maupun yang ingkar.Maka janganlah heran, bila orang-orang yang memeluk selain agama Islam ada yang hidup serba berkelebihan bahkan dapat dikatakan “over”,karena sakin kayanya.Namun sifat Allah Ar-Rahiim,Maha Penyayang tidak demikian.Allah hanya akan menyayangi orang-orang yang beriman kepadaNya,dan ini hanya akan diberikanNya di hari kemudian kelak.

Selain daripada itu melafazhkan bismillahirrahmaanirrahiim ‘mewakili’ daripada niat kita ketika hendak melakukan suatu aktifitas,bahwa kita mengerjakannya hanya karena Allah Swt.

Penulis: DR.Dianova Anwar
Website :http://www.dianovaanwar.blogspot.com

Sabtu, 22 Desember 2012

MALAM MUDZAKARAH IBADAH PEMUDA DAN NASYIATUL AISYIYAH (MAMIPNA) Cab. Teladan Satu Medan

Pemuda Muhammadiyah (PM) Harjosari  Cab. Teladan Satu Medan semakin membentangkan sayap bersama Nasyiatul Aisyiyah (NA) Harjosari Cab. Teladan Satu, yang dibimbing oleh Ayahanda Pimpian Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Ibunda Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA).

PM Harjosari membentangkan sayapnya untuk mengudara ke PM ranting yang berada diwilayah Cab.Teladan Satu Medan dengan tujuan bersilahturrahim, audensi, serta mengajak PM & NA yang ada diwilayah Cab. Teladan Satu Medan ikut serta dalam kepanitiaan Malam Mudzakarah Ibadah Pemuda Nasyiatul Aisyiyah (MAMIPNA) yang diadakan oleh PM Harjosari.

Pengudaraan yang telah dilaksanakan disambut baik oleh ranting-ranting dalam wilayah Cab. Teladan Satu Medan, sambutan yang baik dari tuan rumah membuat PM Harjosari beserta rombongan menjadi lebih semangat dalam mengutarakan maksud dan tujuan pengudaraan, yang dapat disimpulkan dalam pengudaraan tersebut, terjalinnya rasa kekeluargaan dan saling mengenal dalam sekecabangan Teladan Satu Medan, untuk selanjutnya PM Harjosari mengundang PM & NA secabang Teladan Satu Medan keranting Harjosari dengan agenda :


                                       1. Silaturrahim PM & NA secabang Teladan Satu Medan
2. Eksistensi PM & NA
3. Pembentukan Panitia Gabungan Tabligh Akbar & MAMIPNA
4. Membicarakan hal-hal yang penting.

Dengan ini semoga PM & NA Cab.Teladan Satu Medan dapat lebih baik dalam menjalankan program-programnya, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Amin


Penulis: Wahyu Rishandi

Jumat, 21 Desember 2012

Memakmurkan Masjid

Masjid yang bermakna tempat bersujud memiliki fungsi yang bukan hanya sebatas tempat untuk menjalankan rutinitas ibadah sholat 5 waktu sehari semalam serta sebagai tempat mendirikan sholat Jum’at.Di masa Rasulullah,masjid digunakan sebagai tempat sholat dan berda’wah,tempat memusyawarahkan problema-problema yang terjadi dalam umat,tempat dimana Rasulullah mengatur stategi perang bersama para sahabat, bahkan di dalam mesjid para penyair Islam seperti Hasan bin Tsabit menyajakkan bait-bait syair indahnya.Dengan kata lain,masjid menjadi pusat ibadah sekaligus pusat kebudayaan.

Akan halnya di abad ke 21 ini,masjid pun telah mengalami perkembangan yang cukup pesat baik dari sisi arsitektur maupun pemanfaatannya.Misalnya saja,tidak sedikit masjid yang menyediakan perpustakaan yang terdiri dari Al-Qur’an dan buku-buku Islam yang dapat dibaca oleh jamaah ketika menunggu waktu sholat ataupun sesudahnya.Bukan mustahil,seiring dengan perkembangan tehnologi,kelak masjid akan memiliki sarana komputer dan internet yang mana dapat diakses oleh jama’ah yang ingin membrowsing website-website islami, download Al-Qur’an atau mendengarkan bacaan Al-Qur’an dan da’wah Islam lewat Real Player atau Youtube.Di beberapa Islamic Center di dunia seperti di kota New York,USA,masjid dijadikan sebagai pusat da’wah dalam mengenalkan agama Islam.Dan tak sedikit pula di sebuah Islamic Center terdapat perpustakaan dan bank sehingga seseorang yang hendak berurusan dengan bank,tidak memenuhi kesulitan untuk mendirikan sholat di masjid,karena jaraknya berdekatan.

Adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian yang hanya mau memakmurkan masjid,hal ini disebutkan Allah dalam Al-Qur’an Surah at-Taubah:18, ”Sesungguhnya orang yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian,serta (tetap)mendirikan sholat,menunaikan zakat dan tidak takut kepada(apa pun) kecuali kepada Allah.Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk”.Dalam hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Abu Na’im dan Sa’id al-Khudri r.a,”Sesungguhnya rumah-rumahKu di bumi ialah masjid-masjid,dan para pengunjungnya adalah orang-orang yang memakmurkannya".  

Selain sholat berjama’ah,masjid juga dapat dimakmurkan dengan berbagai aktifitas yang bermanfaat di dalamnya,seperti mengadakan dan mendengarkan pengajian,mempelajari Al-Qur’an dan mengkaji  ilmu pengetahuan yang bermanfaat serta sebagai sarana dalam mengumpulkan zakat,infak dan sedekah dari dan untuk umat.Ungkapan dunia barat atau orang-orang yang memeluk agama selain Islam yang menyatakan,”Masjid dibangun banyak-banyak,megah dan indah namun tidak ada yang datang apalah gunanya,lebih baik dibangun sekolah atau rumah sakit” mestinya dapat dijadikan sebagai bahan renungan bagi umat Islam.Pernyataan ini memerahkan daun telinga? Sudah pasti!Akan tetapi kita tidak dapat menutup mata akan realita,meski tidak semua mesjid kosong melompong ketika waktu sholat tiba.Kewajiban kitalah sebagai umat Islam untuk “menghidupkan” masjid, yang secara tidak tersadari insya Allah akan mengangkat derajat kita ke level ‘mukmin’ di atas level muslim.
 

Belajar Menyayangi Orang yang Membenci

Hidup selalu terdiri dari 2 sisi yang berlawanan;ada yang hak ada yang batil; ada yang pro ada yang kontra,ada hitam ada putih serta ada yang suka dan ada pula yang tidak.Bagaimana menghadapi orang yang tidak menyayangi kita? Bagi orang yang berpikiran sempit,maka ia pun akan berbuat hal yang sama.Walhasil saling membenci,saling bermusuhan,saling memfitnah bahkan ada yang sampai saling berbunuhan (naudzubillahi min dzaalik).

Seharusnya kebencian seseorang kepada kita disikapi dengan prasangka baik atau positive thinking.Tidak kah terpikir oleh kita, kebenciannya, kedengkiannya,keiriannya justru dapat dijadikan motivasi bagi diri kita.Misalnya saja kita sukses dalam pendidikan atau pekerjaan atau dalam bermasyarakat.Walau,bukanlah menjadi kewajiban kita untuk membuktikan diri kita padanya.Hal lain yang lebih baik dapat kita lakukan daripada sekedar berpikiran positif adalah mencoba untuk menyayangi orang yang membenci kita.Ini tidaklah mudah,tapi harus kita coba. Gimana tidak?Menyayangi orang yang saban waktu bikin kita ‘gondok?’ justru disinilah tantangannya.Tak sedikit orang yang ‘merangkul’ musuh dan pada berakhir dengan persahabatan.Adanya proverb Arab yang terkenal,”Janganlah kamu terlalu menyayangi seseorang,boleh jadi suatu hari ia akan menjadi musuhmu; dan jangganlah kamu terlalu membenci seseorang,boleh jadi suatu hari ia akan menjadi sahabatmu” hendaknya dapat kita jadikan pertimbangan dalam menyayangi orang yang tidak menyukai kita.

Website Penulis: http://www.dianovaanwar.blogspot.com

Kamis, 20 Desember 2012

Teori Al-Maa’un

www.dianovaanwar.blogspot.com Teori Al-Maa’un merupakan teori yang dikenal dari sistem pengajaran Kyai Haji Ahmad Dahlan,pendiri Muhammadiyah.Istilah ini terlahir dilatarbelakangi oleh metode mengajar sang pencerah,K.H.Ahmad Dahlan ketika beliau mengulang-ulang kajian Surah Al-Maa’un sehingga menimbulkan pertanyaan dari murid-muridnya,mengapa terus menerus surah al-Maa’un yang dikaji,kajiannya nggak ganti-ganti.Maka K.H Ahmad Dahlan pun menjawab, ”Sudahkah apa yang dipelajari di dalam Surah al-Maa’un itu telah diterapkan? “Sudahkah kalian memuliakan anak yatim dan memberi makan orang miskin?” sontak saja murid-muridnya pun terdiam.Isi QS.Al-Maa’un yang artinya adalah:
1.Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
2.Maka itulah orang yang menghardik anak yatim
3.Dan tidak mendorong memberi makan orang miskin
4.Maka kecelakaanlah bagi orang yang sholat
5.(yaitu) orang-orang yang lalai terhadap sholatnya
6.yang berbuat ria
7.dan enggan (memberikan) bantuan

Berdasarkan arti QS.Al-Maa’un di atas maka sang pendiri Muhammadiyah menanyakan kepada murid-muridnya,bila mereka tidak ingin disebut sebagai orang yang mendustakan agama, sudahkah mereka memuliakan anak yatim dan memberi makan orang miskin?sudahkan mereka menghargai waktu sholat dengan mendirikannya segera tanpa mengundur- ngundurkannya? Dan sudahkah mereka membuang sifat ria,suatu perbuatan yang tidak untuk mencari keridhoan Allah,melainkan untuk mencari pujian orang lain?Dan sudahkah mereka telah memberikan bantuan dengan ikhlas? (sebagian mufassirin menyatakan tafsiran ayat yang terakhir ini adalah enggan membayar zakat). Ini tentunya dapat dipahami,bahwa ilmu yang telah dipelajari,namun tidak diamalkan tidak ada gunanya bila ditambah lagi dengan pemberian kaijian ilmu yang baru.Jangankan yang baru,yang lama saja tidak diterapkan;begitu kira-kira pemahamannya. K.H.Dahlan sendiri memberi makan anak-anak yatim dengan tangan beliau sendiri.Pepatah Arab menyebutkan Al-‘Ilmu Bilaa ‘amalin Kasysyajaarotin bilaa tsamarin, “Ilmu tanpa amal seumpama pohon tanpa berbuah”.Semoga uraian ini bermanfaat.  













Rabu, 19 Desember 2012

PERGUNAKAN WAKTU MENUNGGU MU DENGAN BIJAK

Wajar saja sebagian orang berpendapat menunggu adalah pkerjaan yang paling membosankan (kata orang), hah,,.,.!!! ada benarnya juga.......

Tapi inilah yang sedang ku kerjakan (terlebih kagak di gaji, sobat bayangkanlah tu), ku bosan kalau harus menunggu lama (padahal baru sebentar sob, biar keren aja gitu), jangan buat ku terlalu lama menunggu dan jangan tunggu sampai titik kejenuhan ku tiba (truuuusssss lebaaaaaay..... pake ngancam).

waktu bisa saja merubah sebagian keadaan ataupun seluruh keadaan (nanti nggak), tentu saja itu bisa saja terjadi (iya kan sob), mungkin aku hanya salah satu dari sebagian bannyak yang menunggu (trooooozzzzz pake curhaaaaat), ku akui ini nyata (iya,kejadian ini emang nyata).

Ni dia biar pekerjaan menunggu kita lebih bermanfaat.

Bila sobat juga termasuk orang yang tak suka bengong saat menunggu, rencanakan kegiatan apa yang akan dilakukan selama menunggu. Misalnya, memeriksa berkas presentasi, cek email, perhatikan objek disekeliling dan amatilah, dzikir (ingat Allah sob), cari teman ngobrol yang nasibnya hampir sama (sama-sama menunggu) dan gali ilmunya (karena setiap orang mempunyai pengetahuan yang berbeda), baca buku (baca yang lainnya juga bisa) dan masih banyak lagi. Intinya, ubahlah waktu tunggu sobat menjadi waktu yang berguna, carilah kesibukan agar waktu menunggu tak lagi membosankan dan sia-sia.


Perkara paling penting yang kita semua harus selalu diingatkan dan disadarkan adalah masalah waktu. Ini karena sadar atau tidak sadar, mau atau tidak mau, waktu itu terus saja berjalan. Bahkan berlalunya waktu itu sangat cepat dan waktu yang telah berlalu tidak akan kembali lagi. Namun sayangnya, seringkali kita lalai akan hal ini, sehingga tidak kita pergunakan waktu itu dengan baik dan optimal. Bahkan sebaliknya, seringkali banyak waktu kita buang secara percuma dan sia-sia. Akibatnya, kerugian dan penyesalan di dunia dan akhiratlah yang akan kita alami.

Islam menghargai waktu. Islam juga memerintahkan kaum muslimin untuk menghargai waktu dan menggunakannya demi maslahat mereka di dunia dan akhirat. Dalam masa yang sama Islam melarang mereka menyia-nyiakan waktu dan membuangnya untuk sesuatu yang tidak bermanfaat.

Penulis By: http://wahyurishandi.blogspot.com