Selasa, 04 Februari 2014

Hiduplah Dengan Impian-Impian……!

Buraidah,KSA- Impian dapat dimaknai dengan cita-cita dan harapan-harapan. Dengan impian seseorang akan merasa hidup ini begitu berarti. Dengan impian semangat tidak akan pernah pudar untuk terus dan terus berusaha sambil berdo’a, sehingga impian-impian yang diidam-idamkan dapat tercapai.Penulis sendiri memiliki sejumlah impian yang masih belum terwujudkan. Patah semangat? Tentu tidak. Putus asa tidak ada dalam kamus saya….

Menurut penulis pribadi, impian itu terbagi dua, pertama, impian-impian yang hendak diraih di dunia dan yang kedua,impian-impian yang hendak diraih di akhirat kelak. Kedua jenis impian ini sama-sama harus melewati fase kehidupan di dunia.

Bagi sebagian orang, bisa jadi ada beberapa impiannya selama di dunia ini yang tidak terwujudkan, namun impian tsb didapatkannya kelak di akhirat. Namun sebagian yang lain telah memperoleh apa yang ia idam-idamkan sewaktu lagi di dunia ini.

Selain berusaha dan berdo’a, keyakinan akan terwujudnya impian-impian itu juga dapat dijadikan sebagai motivator dan penyemangat. Berprasangka baik bila impian yang diharapkan masih belum terealisasi. Sah-sah saja bila seseorang memiliki segudang impian atau lahirnya impian baru setelah impian lama telah berada ditangan, namanya juga manusia….

Tidaklah benar sepenuhnya bila seseorang menyamakan impian dengan angan-angan. Angan-angan adalah memimpikan sesuatu yang mustahil akan tercapai. Misalnya saja anda hendak terbang seperti halnya seekor burung, padalah sayap tidak ada.Berangan-angan hendak memiliki rumah dan mobil mewah, sedangkan anda sendiri berpangku tangan, tidak memiliki penghasilan atau anda berangan-angan akan memperoleh nilai yang bagus ketika ujian, namun anda tidak belajar secara regular dan sungguh-sungguh.Ini yang namanya angan-angan atau panjang angan-angan.

Adapun impian di akhirat sudah tentu setiap orang ingin mendapatkan buku catatan amal dari sebelah kanan, melewati shirath dengan lancar sehingga tidak sempat ‘nyemplung’ ke dalam neraka meskipun hanya dipinggirannya. Impian masuk surga dan melihat Allah merupakan puncak dari seluruh dan segala impian…….

website penulis: http://www.dianovaanwar.blogspot.com

Senin, 03 Februari 2014

Kisah 3 Orang di Dalam Gua


Dari Ibnu Umar r.a ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Dahulu ada 3 orang pergi ke suatu tempat hingga mereka masuk ke dalam gua, tiba-tiba sebuah batu besar jatuh dari gunung dan menutup mulut gua, mereka berkata: “Sesungguhnya kita tidak akan bisa lolos dari batu tsb, melainkan kita berdo’a kepada Allah dengan perantara amal sholeh, seorang lelaki diantara mereka berkata: Ya Allah, dahulu aku mempunyai dua orang tua yang sudah lanjut usia dan aku dahulukan mereka dari istri dan anak-anakku untuk minum susu di sore hari, suatu hari aku mencari kayu bakar jauh dari rumah, ketika kembali ke rumah, aku dapati orangtuaku sudah tidur, lalu aku memerah susu agar mereka meminumnya, tetapi aku tidak tega membangunkan keduanya dan aku tidak mau memberi minum anak istriku sebelum keduanya, aku tetap berdiri dengan bejana di tanganku menungu mereka bangun hingga fajar hampir menyingsing, sedangkan anak-anak merengek di kakiku, lalu keduanya bangun dan meminum susu.Ya Allah, jika aku melakukan hal tsb karena mengharap wajah-Mu, selamatkanlah kami dari batu ini”, maka mulut gua terbuka sedikit tapi mereka belum bisa keluar. Yang lain berkata,” Ya Allah, dahulu ada seorang gadis anak pamanku, gadis tsb sangat kucintai, aku mencintainya seperti seorang lelaki mencintai wanita kesayangan, maka suatu kali aku ingin mengajaknya berzina, lalu ia menolak, hingga si gadis tertimpa kesusahan, ia datang padaku dan aku beri 120 dinar emas dengan syarat ia mau berzina denganku, si gadis menyetujui, sampai ketika aku telah duduk diantara kedua pahanya, si gadis berkata: “Takutlah kepada Allah, seorang wanita tidak boleh disetubuhi kecuali dengan cara yang sah”, lalu aku meninggalkan gadis tsb, padahal ia adalah wanita yang paling aku cintai dan kurelakan emas yang telah kuberikan padanya.”Ya Allah, jika aku melakukan hal tsb karena mengharap wajah-Mu selamatkanlah kami dari batu ini”, maka mulut gua terbuka lebih lebar, namun mereka masih belum bisa keluar.Orang yang ketiga berkata: “Ya Allah, aku pernah mempunyai buruh, semuanya kuberikan upah kecuali satu orang, ia tidak mengambil upah tsb lalu pergi begitu saja, kemudian uang upahnya aku kembangkan sehingga menjadi banyak, suatu saat dia datang kepadaku: “Hai hamba Allah, berikan upahku”, aku berkata,”Seluruh yang engkau lihat adalah upahmu terdiri dari unta,sapi,kambing dan para budak”. Ia berkata,”Hai hamba Allah, jangan bergurau denganku”, aku berkata,”Aku tidak bergurau”.Kemudian ia mengambil seluruh harta tsb, tidak satupun ia sisakan. “Ya Allah, jika aku melakukan hal tsb hanya karena mengharap wajah-Mu, selamatkanlah kami dari batu ini”, maka mulut gua terbuka dan mereka keluar meninggalkan gua”(HR.Muttafaq ‘alaih).